Namun, yang ditunggunya
tak kunjung tiba. Ia justru merasa nyeri punggung sampai ke leher. Saat
periksa ke dokter, Beck harus menelan kenyataan pahit. Ternyata ia
memang tak punya organ intim.
Beck menderita sindrom langka yang menjangkiti satu dari lima ribu wanita di Inggris Raya. Nama sindrom itu: Mayer Rokitansky Küster Hauser (MRKH). Beck tampak normal. Hanya saja, di tempat organ intimnya seharusnya berada, hanya ada sebuah ceruk kecil.
Ia tak bisa menstruasi, tak bisa berhubungan seksual, juga tak bisa memiliki keturunan.
Penjelasan dokter membuat
Beck keluar ruangan sambil menangis. “Aku tidak akan pernah tahu
rasanya hamil, melahirkan, bahkan sekadar menstruasi. Aku benar-benar
marah dan merasa seperti bukan wanita sejati lagi,” ungkapnya, seperti
dilansir Daily Mail.
Mulanya, Beck tidak
percaya. Begitu pula dengan dokter yang memeriksanya. Namun setelah
melakukan scan dan pemeriksaan dengan dokter kandungan, semua jelas
sudah. Sindrom yang dideritanya itu, ternyata sudah bersemayam di
tubuhnya sejak lahir.
Beck terlalu malu untuk
menelepon ibunya. Ia hanya mampu mengirim surat elektronik. Ibunda Beck
langsung mengunjungi putrinya yang saat itu kuliah di sekolah musik
Guildford. Ia juga merasa marah, namun mengajak Beck berpikir positif.
Remaja itu kemudian
dirawat di rumah sakit di London. Alat-alat diujicobakan untuk
meregangkan saluran organ intimnya. Beck belajar menggunakan dilator,
sebuah alat berbentuk silinder untuk merilekskan otot-otot kewanitaan.
Terapi itu perlahan
bermanfaat. Jika Beck rutin menjalaninya, ia bisa lepas dari sindrom
langkanya tanpa operasi. Ia juga tetap bisa berhubungan intim, namun
tetap tak bisa memiliki anak. “Aku belum berpikir memiliki anak. Tapi
mungkin nanti aku bisa mengadopsi saja,” katanya.
Pikiran positifnya itu
tak lepas dari dukungan ibunda dan komunitas yang ditemuinya. Di rumah
sakit, ia mengenal beberapa wanita dengan kondisi sama seperti dirinya.
Dari situ, Beck berani mengungkapkan sindrom langkanya pada sahabat
dekat dan teman-temannya. Bahkan, Beck siap untuk berkencan.“Jika nanti bertemu seseorang, aku akan langsung jujur soal kondisiku. Aku tidak ingin mereka merasa ditipu. Jika dia bermasalah, itu artinya dia bukan pria yang tepat untukku,” ia menuturkan.
sumber | oke77.blogspot.com | http://life.viva.co.id/news/read/458760-sindrom-langka--gadis-ini-tak-punya-organ-intim