Daniel ditahan karena kasus narkoba pada 2012, namun kasusnya tidak perlu dibawa ke pengadilan. Daniel adalah salah satu dari sembilan orang yang ditahan setelah dilakukan penyergapan oleh DEA pada April 2012.
Ia dijebloskan ke dalam sel tahanan sementara di kantor Drug Enforcement Administration (DEA/semacam badan narkotika nasional) San Diego. Setelah dijebloskan ke dalam sel, seorang petugas penjara mengatakan akan segera kembali menemuinya. Namun, setelah ditunggu-tunggu, tak ada seorang pun yang datang kepadanya. Kemungkinan, petugas itu lupa dan petugas lain tidak tahu ada tahanan di ruangan itu. “Agaknya ini tidak sengaja, benar-benar kejadian mengerikan,” ujar Daniel.
Daniel mengungkapkan selama dalam tahanan ia berusaha meminta pertolongan kepada orang-orang. Namun, teriakannya tidak terdengar. Ia juga berusaha menarik perhatian orang-orang dengan cara menyelipkan tali sepatunya ke bawah pintu sambil berteriak-teriak.
Belakangan, sekitar lima atau enam petugas menyadarinya lalu membuka ruangan itu. Tampak, tubuh Daniel dipenuhi kotorannya sendiri. “Selama itu saya tidak duduk dan diam saja, tetapi terus menerus berteriak sambil menendang-nendang pintu,” tutur Daniel.
Di dalam sel seluas 1,5 persegi itu ia tidak mendapat sinar matahari karena memang tertutup rapat dan tidak ada jendela. Tentu saja didalamnya tidak tersedia air dan makanan. Pada hari ketiga, Daniel mengalami halusinasi.
Ia kencing di bangku besi supaya ia bisa meminumnya kembali. Daniel merasa putus asa dan merasa akan mati. Ia kemudian memecahkan kaca matanya dan menggunakan pecahan kaca itu untuk menoreh tangannya sebagai tulisan pesan untuk ibunya. “Ibu, maafkan saya”.
Setelah Daniel diselamatkan, ia dirawat di rumah sakit karena menderita dehidrasi, gagal ginjal, dan otot keram. Berat badannya juga turun 7 kg.
Kementerian Kehakiman kini tengah menginvestigasi penyebab kejadian ini. Juru bicara DEA Allison Price mengatakan akibat kelalaian pihaknya, Daniel mendapat ganti rugi US$4,1 juta. Pada Mei lalu, kepala DEA secara khusus menyampaikan permohonan maaf dengan mangatakan ia sangat terganggu oleh insiden itu.
Kasus Daniel ini juga membawa perubahan pada prosedur penahanan seseorang. Antara lain, pengecekan ruang tahanan setiap hari dan memasang kamera di setiap sel.
Daniel yang merupakan mahasiswa ekonomi di University of California, mengatakan, uang ganti rugi yang ia terima akan ia gunakan untuk membangun rumah orang tuanya. [BBC]
sumber | oke77.blogspot.com | http://web.inilah.com/read/detail/2016021/diabaikan-petugas-tahanan-dapat-ganti-rugi-rp42-m#.UfmC3teE2RE
total komentar :
|
